ANALISIS LAPORAN KEUANGAN BANK SAMPAH DAYUNG HABIBAH KECAMATAN DANAU SIPIN KOTA JAMBI DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ANGGOTA
Keywords:
Bank Sampah, Laporan Keuangan, Akuntabilitas, Pendapatan Anggota, Danau SipinAbstract
Permasalahan pengelolaan sampah di Kota Jambi, khususnya di Kecamatan Danau Sipin, diperburuk oleh rendahnya kesadaran memilah sampah. Bank Sampah Dayung Habibah (BSDH) hadir sebagai solusi berbasis komunitas yang menyediakan peluang ekonomi melalui sistem tabungan berbasis sampah, yang secara langsung berpotensi meningkatkan pendapatan 300 anggota aktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses penyusunan dan efektivitas laporan keuangan BSDH dalam mencerminkan kondisi riil, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pengelolaan keuangan dalam rangka memastikan keberlanjutan program dan optimalisasi manfaat ekonomi bagi anggota.
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan studi kasus, didukung oleh data kuantitatif dari laporan keuangan sekunder dan data primer melalui wawancara mendalam serta observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengelolaan keuangan BSDH telah dilakukan secara sistematis dan akuntabel, di mana setiap transaksi setoran sampah dikonversi menjadi saldo tabungan anggota yang tercatat. Namun, analisis komparatif data volume setoran sampah per jenis antara tahun 2023 dan 2024 menunjukkan adanya tren penurunan total sampah masuk sebesar 10.996,38 kg, yang secara langsung berimplikasi pada penurunan potensi pendapatan bank sampah dari penjualan daur ulang.
Efektivitas laporan keuangan dalam mencerminkan kondisi riil operasional masih terhambat oleh dua faktor utama: (1) Fluktuasi partisipasi anggota yang tidak rutin menyetor, menyebabkan ketidakstabilan arus kas dan pendapatan; dan (2) Kesenjangan pengetahuan anggota tentang nilai ekonomi spesifik dari sampah bernilai tinggi (misalnya, logam dan kaca), sehingga volume setoran untuk jenis sampah ini tetap rendah. Temuan ini menekankan bahwa meskipun sistem pencatatan sudah ada, keberlanjutan program dan peningkatan pendapatan anggota memerlukan profesionalisasi pengelolaan keuangan dan peningkatan edukasi untuk menstabilkan setoran sampah. Penelitian ini merekomendasikan adopsi sistem akuntansi sederhana yang transparan dan penerapan insentif untuk anggota yang rutin menyetor guna menjaga kepercayaan dan motivasi.




