PENGARUH REWARD DAN PUNISHMENT TERHADAP DISIPLIN KERJA PEGAWAI DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK (LPKA) KELAS II MUARA BULIAN
Keywords:
Reward, Punishment, Disiplin Kerja, LPKA Muara BulianAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membuktikan pengaruh parsial dan simultan antara Reward (X1) dan Punishment (X2) terhadap Disiplin Kerja Pegawai (Y) di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Muara Bulian. Disiplin kerja merupakan faktor krusial dalam efektivitas organisasi publik, namun data awal menunjukkan masih adanya isu indisipliner, terutama keterlambatan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan populasi seluruh pegawai LPKA Kelas II Muara Bulian, berjumlah 54 responden, yang diambil menggunakan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan Regresi Linier Berganda, Uji t, Uji F, dan Koefisien Determinasi (R2) dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 23. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan temuan sebagai berikut: Pertama, Reward secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap Disiplin Kerja (nilai sig. 0,036 < 0,05). Kedua, Punishment secara parsial ditemukan tidak berpengaruh signifikan terhadap Disiplin Kerja (nilai sig. 0,246 > 0,05). Ketiga, secara simultan, Reward dan Punishment secara bersama-sama juga tidak berpengaruh signifikan terhadap Disiplin Kerja (nilai sig. 0,076 > 0,05). Koefisien Determinasi (Adjusted R Square) sebesar 0,061 mengindikasikan bahwa variasi Disiplin Kerja hanya dijelaskan sebesar 6,1% oleh kedua variabel tersebut, sementara sisanya (93,9%) dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar model.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa instrumen Reward lebih efektif dalam membentuk disiplin kerja pegawai LPKA, sementara implementasi Punishment harus dievaluasi ulang konsistensi dan keadilannya agar dapat memberikan efek jera yang signifikan.




